koin logam

7 Kesalahan Investasi Yang Umum

Kita semua pernah membuat kesalahan.

Dengan melihat kembali pada tahun-tahun dimana saya melakukan investasi pertama kali, saya melihat ada sejumlah kesalahan kecil dan besar yang saya lakukan di sepanjang jalan. Seperti yang sudah saya pernah bicarakan dengan orang lain, saya telah menemukan bahwa orang lain juga melakukan kesalahan yang sama; sama seperti yang saya lakukan pada umumnya. Dalam rangka untuk membantu anda belajar, saya sudah memenuhi daftar ini dengan kesalahan investasi teratas sehingga anda dapat menghindarinya dan menghasilkan kekayaan dengan cepat.

  1. Mulai berinvestasi dengan cepat

Kebijaksanaan konvensional mengatakan untuk berinvestasi saat ini juga, tetapi ada alasan bagi anda untuk tidak berinvestasi segera.

Banyak investor baru yang mendengar cerita tentang sejumlah investor berpengalaman yang berhasil melipatgandakan keuntungannya dalam 3 bulan dan bergegas pulang untuk memberitahu pasangannya serta menyuruh mereka untuk memulai investasi dengan segera. Dalam beberapa hari disaaat mereka mulai memiliki saham, bisa dipastikan jika mereka tidak tahu cara mengoperasikan saham ataupun pasar saham.

Ada waktu yang tepat untuk memulai investasi.

Mulailah berinvestasi saat keuangan anda benar-benar stabil. Misalnya, anda mungkin mempertimbangkan untuk melunasi hutang di kartu kredit sebelum anda ingin berinvestasi.

Mulailah berinvestasi disaat anda telah mempelajari bagaimana cara untuk memulai investasi. Jangan menginvestasikan apapun sampai anda memiliki setidaknya pemahaman tentang dasar-dasar cara bagaimana memanfaatkan investasimu secara keseluruhan.

  1. Membayar terlalu banyak saat membeli dan menjual

Ada tempat yang bagus untuk membeli dan menjual saham, reksa dana dan dana indeks. Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang hal tersebut – didalam internet misalnya. Membeli dan menjual via online sangat sederhana, dan itu adalah pasar yang kompetitif. Itu berarti anda dapat menghemat uang secara serius dengan memilih makelar diskon di saham online.

Nah cukup memusingkan kan kalau kita harus melakukan investasi dan memikirkan kapan waktu yang tepat untuk membeli ataupun untuk menjual saham tersebut. Di binary option, saham-saham / valas yang kita beli itu secara otomatis akan langsung terjual serta secara otomatis kita langsung bisa mendapatkan keuntungan dalah hitungan menit.

Oleh sebab itu daripada pusing jual dan beli, cobalah untuk melakukan investasi melalui binary option atau yang biasa kita kenal dengan nama opsi binar. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan berkunjung ke website ini. Tanyakan apa saja yang masih membuat kalian ragu untuk melakukan investasi pada bidang ini./

  1. Fokus terlalu banyak pada retribusi dana

Anda mungkin berpikir bahwa poin nomor 2 dan 3 bertentangan satu sama lain, tetapi kita sedang membicarakan biaya dana, bukan biaya perdagangan. Tentu saja, biaya dana sangat penting. Jika anda bisa mendapatkan produk yang sama persis dengan biaya 0,5% dan bukan biaya 1%, maka itu adalah sebuah pilihan yang baik.

Namun, anda mungkin memiliki salah satu reksa dana yang menetapkan biaya manajemen sebesar 2,5% dan salah satu yang mengenakan biaya sebesar 1%. Jadi, manakah yang terbilang baik?

Jika salah satu dana memiliki rata-rata laba tahunan 10% dan yang lainnya 15%, maka dana 15% lebih baik dari biaya apapun yang anda bayarkan untuk memiliki dana tersebut. Laba lebih penting daripada biaya.

  1. Menemukan toleransi resiko anda pada waktu yang salah

Setiap orang memiliki toleransi resiko yang tinggi saat pasar akan melambung naik. Saya akan mengambil resiko untuk mendapatkan laba tambahan 10% di tahun ini. Tetapi kemudian, saat pasar berubah, anda akan mengetahui bahwa dirimu baru saja kehilangan laba tambahan 10% karena resiko yang anda ambil.

Hal ini sering terjadi di tengah-tengah pasar dimana banyak orang memutuskan untuk menjual sahamnya. Mereka menjual saham karena kerugiannya lebih besar dari yang mereka perkirakan.

  1. Mengubah strategi investasi anda berdasarkan kondisi pasar

Katakanlah seseorang ingin menginvestasikan US$ 100 setiap bulan pada tahun ini. Namun, setelah beberapa bulan, orang tersebut melihat bahwa ia akan mendapatkan kerugian sehingga dirinya memutuskan untuk berhenti membeli sampai pasar kembali melambung naik. Tampaknya metode tersebut sangat masuk akal, tetapi itu adalah sebuah langkah yang sangat buruk. Ini berarti anda benar-benar membayar lebih banyak karena anda menunggu harga melambung naik.

Pada kenyataannya, ini adalah salah satu kekuatan dari biaya rata-rata dan nilai rata-rata – mereka dapat secara efektif berubah dalam kondisi pasar yang baik dan buruk sekalipun.

Ya, anda mungkin perlu mengevaluasi kembali strategimu berdasarkan kondisi pasar, tetapi jangan biarkan perubahan mendekati investasimu dengan setiap pasang surut dan mengalir begitu saja didalam pasar.

  1. Mencari tips saham terlaris

Jika anda mendengarkan setiap kepala berbicara dimana mereka mengetahui kemana arah saham akan melonjak bulan depan, anda harus melakoni hidupmu dengan baik.

Tips investasi terlaris disini. Dalam kehidupan nyata, orang-orang menyadari bahwa tidak ada satupun yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak percaya kepadaku? Tanyakan 100 orang investor profesional, “Apakah saham pasar akan naik atau turun pada tahun ini?” dan saya yakin anda akan menemukan lebih dari 10 orang yang memiliki prediksi yang sama dengan alasan yang sama juga.

  1. Membayar biaya yang gila untuk saran investasi

Beberapa tahun yang lalu, saya memecat penasihat keuanganku. Alasannya adalah bahwa dirinya hanya akan menyarankan saya membeli reksa dana yang memiliki biaya di muka sebesar 5%. Begitulah cara ia menghasilkan uang. Begitulah cara saya menghambur-hamburkan uang.

Sangat banyak dari kita yang berpikir bahwa penasihat keuangan yang profesional memiliki wawasan yang tersembunyi. Sebenarnya, mereka tidak begitu. Anda harus mendapatkan nasiha keuangan yang baik, tetapi tidak membayar jumlah yang gila untuk itu.

About the author: lovemonday